07 Mei 2018 17:17 wib
  • pendidikan

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi mubaligh dan mubalighah di Kota Medan terhadap kesetaraan dan keadilan gender. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan dilakukan pada lima kecamatan di pinggiran kota Medan, yakni Medan Tembung, Medan Amplas, Medan Tuntungan, Medan Sunggal dan Medan Marelan. Sampel sebanyak 45 orang dan ditentukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan intrumen angket. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi muballigh dan mubalighah terhadap keadilan dan kesetaraan gender belum belum konsisten. Ada kesadaran gender pada satu tema di dalam satu indikator, tapi tidak sejalan dengan tema lain dalam indikator yang sama, sehingga muncul pendapat yang kontra, Mayoritas mereka setuju bahwa pemimpin tidak harus laki-laki, tapi mereka tidak setuju bila perempuan menduduki jabatan lebih tinggi dari laki-laki. Selain itu, jenis kelamin perempuan lebih cenderung menunjukkan keberpihakannya kepada perempuan, sedangkan dari pihak laki-laki 50% masih menunjukkan bias gender.
 
AbstractThe Perception Muslim Male and Female Preacher on Gender Equity and Justice in Medan. This research aims to find out the perception of gender equity and justice among preachers in North Sumatra province in the suburban of Medan, namely; Tembung, Amplas,  Tuntungan, Sunggal and Medan Marelan. This research used qualitative method with the sample of approximately 45 preachers determined by purposive sampling which then analyzed descriptively. The author concluded that the perception of preachers to justice and gender equality has not been entirely appropriate. There is incorrect understanding to religious creed which raises wrong perception to the gender equity and justice in matters of religious teachings. On one hand, they tend to to impress the gender awareness on one of theme in one of indicator that was not consistent with other themes that exist in the same indicators. Thus, counter argument appears, for example the majority of them agree that a leader should not be a man, but they also do not agree that a woman having higher positions than men. There is relationship between preachers perception with disposition of genders which woman like to show her side while the men from 50% still show gender bias.
 
Kata Kunci: gender, kesetaraan, keadilan, muballigh, muballighah

[DOWNLOAD]